Kamis, 25 April 2013

Potensi dan Strategi Pengembangan Bank Syari`ah di Indonesia ; Kajian Produk Syari`ah dari Segi Fiqih Mu`amalat


Review Jurnal

Judul   : Potensi dan Strategi Pengembangan Bank Syari`ah di Indonesia ; Kajian Produk Syari`ah dari Segi Fiqih Mu`amalat
Penulis : Anny Ratnawati
Tahun  : 2011

Latar Belakang Masalah
Saat ini, perkembangan perbankan di Indonesia mengalami peningkatan yang di dukung dengan pengoperasian sistem dual banking. Dual banking yaitu penggunaan dua sistem yang berdampingan antara perbankan konvensional dengan perbankan syari`ah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peningkatan strategi potensi yang berjalan seiring dengan perkembangan perbankan syari`ah di Indonesia. Perkembangan perbankan syari`ah perlu memfokuskan kepada kepuasan yang dirasakan konsumen, namun dalam perkembangannnya terdapat hambatan dalam proses sosialisasi dan pendidikan tentang sistem ekonomi Islam (ekonomi syari`ah) untuk mewujudkan kesuksesan bank syari`ah di masa depan.
            Perkembangan bank syari`ah untuk masa depan perlu memfokuskan pada aspek yang menjadi pertimbangan mengenai sistem bank syari`ah. Mengenai hal yang mendasari teori produk bank syari`ah dari segi fiqih mu`amalat, perspektif dan masyarakat terhadap bank syari`ah, variabel-variabel yang mempengaruhi preferensi masyarakat terhadap bank syari`ah. Informasi-informasi tersebut diharapkan meningkatkan keyakinan masyarakat, menggali potensi, permasalah yang dihadapi, dan penetapan strategi yang tepat bagi pihak pengembang bank syari`ah.  

Metodelogi
            Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan potensi ekonomi dan pengembangan bank syari`ah. Pemilihan sample berdasarkan jenis pekerjaan responden dengan menggunakan metode stratifikasi, kemudian pemilihan sampel dilakukan secara acak. Minimal sample untuk setiap kabupaten dalam propinsi adalah 100 responden dengan mempertimbangkan komposisi antara nasabah bank syari`ah dan nasabah bank konvensional.
            Analisis data yang dilakukan yaitu menggunakan analisis deskriptif, analisis tabulasi silang, dan analisis kuantitatif dengan menggunakan model regresi logistik. Model regresi logistik digunakan karena peubah responnya merupakan peubah biner, dimana peubah respon Y menghasilkan dua kategori yaitu “ya” (Y=1) atau “tidak” (Y=0).
Bentuk model regresi logistik adalah sebagai berikut:


Dimana  sampai dengan  adalah peubah penjelas ke-1 sampai ke-k, untuk memperoleh fungsi yang linear g(x), model tersebut biasanya ditransformasi menjadi bentuk :

Bentuk transformasi di atas merupakan transformasi logit (logit transformation). Pendugaan parameter regresi pada modelregresi logistik menggunakan metode kemungkinan maksimum (maximum likelihood method), sedangkan pengujian terhadap parameter regresinya menggunakan uji rasio kemungkinan (likehood ratio test).

Variabel Penelitianya
Penelitian ini menggunakan variabel terikat (Y) yaitu Produk Syari`ah dari Segi Fiqih Mu`amalat, dan menggunakan variable bebas yaitu (X1) Potensi, (X2) Strategi Pengembangan Bank Syari`ah.


Hasil dan Analisis

            Penelitian ini menganalisis berdasarkan hasil penelitian yang dikombinasikan dengan studi literature Islam dari segi ilmu fiqih mu`amalat. Penelitian ini memfokuskan pada aspek yang menjadi pertimbangan mengenai sistem bank syari`ah. Mengenai hal yang mendasari teori produk bank syari`ah dari segi fiqih mu`amalat, perspektif dan masyarakat terhadap bank syari`ah, variabel-variabel yang mempengaruhi preferensi masyarakat terhadap bank syari`ah. Informasi-informasi tersebut diharapkan meningkatkan keyakinan masyarakat, menggali potensi dan permasalah yang dihadapi, penetapan strategi yang tepat bagi pihak pengembang bank syari`ah. Produk-produk bank syari`ah seperti Al-Wadi`ah (simpanan), Al-Musyarakah (akad kerja sama usaha tertentu), Al-muzara`ah (kerjasama dalam pengolahan pertanian), dll.
            Terdapat pendapat yang setuju dan sebagian kecil tidak setuju dengan keberadaan perbankan (konvensional), terutama dari kelompok responden non nasabah. Alasan para responden yang menyatakan setuju yaitu bahwa bank memberikan manfaat dalam menjaga keamanan financial, memperoleh bunga, memudahkan  transaksi keuangan, dan kepraktisan, serta perbankan dapat membantu permodalan bagi pengembangan usaha. Bagi responden yang tidak  setuju pada kategori nasabah bank syari`ah maupun dual banking , mereka beranggapan bahwa bunga bank termasuk kategori riba yang dilarang oleh agama.
 Menurut responden non nasabah beranggapan tidak diperlukannya lembaga perbankan, Sedangkan alasan lainnya menyatakan bunga bank terlalu tinggi dan memberatkan.  Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki rasa kesadaran bahwa bunga bank bukan satu-satunya mekanisme dalam menjalankan bank. Penelitian ini menyimpulkan masyarakat bersifat permisif dan ambivalen. Hal tersebut karena sikap tidak konsisten ketika memandang bunga dari sudut pandang agama dan bunga dalam perspektif perbankan. Terdapat pula responden yang menyatakkan ketidaktahuan mengenai apakah bunga bertentangan dengan agama atau tidak.. Hal tersebut merupakan dampak oleh perdebatan para ulama dan ahli agama tentang bunga bank.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan pertimbangan rasional mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih bank (konvesional maupun syari`ah). Sehingga hal tersebut dapat dijadikan acuan bagi institusi bank untuk menghadapi persaingan. Pada kondisi seperti ini, bank syari`ah memiliki keunggulan dalam faktor religiulitas yang dominan.

Kesimpulan dan Saran
            Motivasi responden dalam memanfaatkan produk penghimpunan dana bank syari’ah sejalan dengan alasan utama dalam pemilihan bank syari’ah, yaitu dalam rangka menjalankan syari’ah agama dan karena bank syari’ah tidak menggunakan sistem bunga. Alasan dominan berikutnya baru terkait dengan aspek operasional bank yaitu sistem bagi hasil yang jelas dan pelayanan yang cepat. Dalam memanfaatkan produk pembiayaan, sekalipun dari aspek jumlah responden yang memanfaatkan produk ini masih relatif kecil, alasan yang dominan adalah tidak menggunakan sistem bunga dan menjalankan syari’ah agama. Alasan lainnya adalah penanggungan risiko bersama (lebih andil) dan pelayanan yang cepat. Kecenderungan
alasan tersebut sama dengan alasan pemanfaatan produk penghimpunan data.
Sebagian besar nasabah bank syari`ah mengutamakan aspek keagamaan dalam memilih bank syari`ah, Sedangkan dari aspek operasional bank, alasan utama dalam memilih bank syari`ah maupun konvensional adalah lokasi/aksesbilitas tehadap bank. Hal ini menunjukkan bahwa pertimbangan rasional sangat mewarnai keputusan masyarakat dalam memilih bank, baik pada bank syari’ah maupun bank konvensional, sehingga aspek-aspek tersebut harus mendapat perhatian besar bagi institusi bank untuk dapat bersaing. Pada kondisi tersebut bank syari’ah sebenarnya memiliki keunggulan, karena memiliki faktor religiusitas yang dominan sebagai acuan para nasabah dalam memilih bank.


Keterbatasan
            Perkembangan produk bank syariah merupakan strategi yang baik untuk menarik nasabah, namun sebaiknya penelitian ini dilengkapi dengan variabel sosialisasi terhadap perkembangan produk bank syariah tersebut. Hal ini dapat dijadikan penelitian selanjutnya karena perkembangan produk bank syariah yang signifikan harus seimbang dengan pengembangan strategi pada sosialisasinya kepada masyarakat luas. Potensi pasar juga dapat lebih dispesifikasikan, apakah pangsa pasar kepada masyarakat muslim saja atau dikombinasikan dengan perkembangan pada pangsa pasar nonmuslim. Karena fenomena yang terjadi di Indonesia bahwa terdapat daerah yang mayoritas penduduknya merupakan nonmuslim dan memiliki potensi besar untuk pengembangan bank syariah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar