Senin, 18 Juni 2012

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Pertumbuhan Modal Sendiri


MAKALAH
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH

”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Pertumbuhan Modal Sendiri”

Latar Belakang
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Pertumbuhan Modal Sendiri. Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan terjadinya persaingan yang semakin ketat antara perusahaan. Perusahaan-perusahaan bersaing untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat mencapai tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba dan dapat bersaing dengan perusahaan lain.
            Pertumbuhan perusahaan sering dipakai sebagai tolak ukur dalam menilai perkembangan suatu perusahaan. Dalam dunia bisnis, pengertian pertumbuhan menunjukan semakin meningkatnya ukuran dan aktivitas perusahaan dalam jangka panjang. Banyak cara untuk mengukur pertumbuhan perusahaan, antara lain kenaikan penjualan dan kenaikan aktiva. Tetapi tolak ukur yang melibatkan semua keputusan dalam fungsi menejemen keuangan adalah pertumbuhan modal sendiri. Keputusan-keputusan yang dilakukan oleh menejemen keuangan di perusahaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan.
            Pertumbuhan modal sendiri perusahaan adalah hasil persentase dari peningkatan modal sendiri dibandingkan dengan jumlah modal sendiri sebelumnya (Maryati, 2001). Perusahaan disebut memiliki laju pertumbuhan tinggi jika mempunyai modal yang cukup untuk membiayai pertumbuhannya tersebut. Makin cepat tingkat atau laju pertumbuhan perusahaan, maka makin besar kebutuhan untuk membelanjai pertumbuhan perusahaan tersebut. Makin besar kebutuhan dana untuk membelanjai kebutuhannya maka perusahaan tersebut makin cenderung untuk menahan sebagian besar dari keuntungan yang diperoleh.
            Melihat begitu pentingnya pertumbuhan modal sendiri pada suatu perusahaan maka kali ini penulis akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan modal sendiri. Menurut Hopkin (1973) dalam Hidayat (2004), faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan modal sendiri adalah return of asset (ROA), debt to equity ratio (DER), plowback ratio (retention rate), tingkat bunga pinjaman (i) dan tingkat pajak (t). maka dari itu penulis akan menganalisis pengaruh dari faktor-faktor seperti return on asset (ROA), debt to equity ratio (DER), plowback ratio (retention rate), dividend payout ratio (DPR), dan inventory turnover (ITO) terhadap pertumbuhan modal sendiri.

Dasar Teori
  1. Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan yang tertanam di dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak tentu lamanya. Modal sendiri selain berasal dari luar perusahaan dapat juga berasal dari dalam perusahaan sendiri, yaitu modal yang dihasilkan atau dibentuk sendiri di dalam perusahaan. Modal sendiri yang berasal dari sumber ekstern adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan.
Modal sendiri yang berasal dari intern terdiri dari modal saham, cadangan dana, dan laba ditahan. Saham adalah tanda bukti kepemilikan suatu perusahaan. Cadangan dana adalah dana yang dibentuk dari keuntungan yang diperoleh perusahaan selama beberapa waktu yang lampau dari tahun yang berjalan. Untuk keperluan perkembangan atau perluasan perusahaan diperlukan adanya cadangan. Cadangan hanya dapat dibentuk dari laba yang diperoleh. Apabila semua keuntungan dibayarkan sebagai deviden, maka perusahaan tidak dapat membentuk cadangan. Keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan dapat sebagian dibayarkan sebagai deviden, dan sebagian lagi ditahan oleh perusahaan, inilah yang disebut dengan laba ditahan. Keuntungan yang ditahan inilah yang akan menjadi sumber modal dari perusahaan. Adanya keuntungan akan memperbesar laba ditahan atau retained earnings yang berarti akan memperbesar modal sendiri. Sebaliknya, adanya kerugian yang diderita akan memperkecil retained earnings yang berarti akan memperkecil modal sendiri.
2.      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Modal Sendiri
1.      Return on Assets
Return on assets adalah perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan total aktiva.
ROA =      EBIT
            TotalAktiva
2.      Debt to Equity Ratio
Debt to equity ratio adalah perbandingan antara total utang (utang jangkapendek dan utang jangka panjang) dengan total modal sendiri

DER =       Total Utang
Total modal sendiri


3.      Plowback Ratio
Plowback ratio adalah perbandingan antara perubahan laba ditahan (retained earning) dengan laba setelah bunga dan pajak (EAT).

Plowback ratio = Perubahan retained earning
EAT

4.      Iventory Turnover
Inventory Turnover adalah perbendingan antara harga pokok produksi dengan persediaan rata-rata.
ITO = Harga pokok produksi
            Persediaan rata-rata

5.      Dividend Payout Ratio
Dividend payout ratio adalah perbandingan antara dividend per share dengan earning per share pada akhir tahun.
DPR = Dividend per share
Earning per share.


ANALISIS :
            Penulis mengambil 3 sample perusahaan yaitu PT Unilever Tbk Annual Report 2010, PT Telkom Annual Report 2010, dan PT Krakatau Steel Tbk 2010. Analisis dilakukan pada tiap-tiap perusahaan dan menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan modal sendiri. Laporan keuangan dari masing-masing perusahaan dapat dilihat di www. idx.co.id.
Ekuitas perusahaan :
PT. Unilever
PT. Telkom
PT. Krakatau Steel
2009
2010
2009
2010
2009
2010
(juta rupiah)
(juta dolar)
(juta rupiah)
3,702,819
4,045,419
38,652
44,419
5,805,838
9,293,915
Perubahan
342,600
Perubahan
5,767
Perubahan
3,488,077

Perhitungan berdasar data (laporan lengkap dapat dilihat di www.idx.co.id) :

PT. Unilever
PT. Telkom
PT. Krakatau Steel

2009
2010
2009
2010
2009
2010
ROA
          0.41
          0.39
0.18
          0.18
          0.04
          0.06
DER
1.02
1.2
          0.58
          0.57
1.19
0.87
PR
0.11
0.10
0.42
0.5
4.27
1.98
ITO
6.87
6.03
-
-
3.22
1.92
DPR
0.80
0.90
0.56
0.49

1.      Pengaruh Return on Asset Terhadap Pertumbuhan Modal Sendiri
ROA (Return on Asset) atau perputaran aktiva mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan modal sendiri. ROA menggambarkan seberapa efisiennya aktiva digunakan untuk menghasilkan penjualan. Semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan maka semakin tinggi laba dari aktiva yang digunakan maka kemungkinan untuk meningkatkan retained earning (laba ditahan) juga semakin besar sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan modal sendiri.
2.      Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Pertumbuhan Modal Sendiri
DER (Debt to Equity Ratio) adalah perbandingan antara total utang (utang jangka pendek dan utang jangka panjang) dengan total modal sendiri. DER mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan modal sendiri. DER menggukur persentase total modal sendiri yang diberikan oleh kreditor. Perolehan dana dari utang untuk meningkatkan kegiatan operasionalnya akan mendatangkan laba dan meningkatkan pertumbuhan modal sendiri apabila didukung dengan menejemen yang baik. Jadi, jika DER semakin besar dan menejemennya baik maka laba yang akan dihasilkan akan meningkat dan hal tersebut akan membuat modal sendiri juga akan meningkat.
3.      Pengaruh Plowback Ratio Terhadap Pertumbuhan Modal Sendiri
Plowback ratio adalah perbandingan antara perubahan laba ditahan (retained earning) dengan laba setelah bunga dan pajak (EAT). Semakin tinggi plowback ratio maka semakin tinggi pula retained earning (laba ditahan) yang selanjutnya akan dapat mendorong meningkatnya pertumbuhan modal sendiri.
4.      Pengaruh Inventory Turnover Terhadap Pertumbuhan Modal Sendiri
Inventory Turnover tidak terlalu signifikan dalam mempengaruhi laju pertumbuhan modal sendiri, hal ini disebabkan karena perputaran persediaan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Artinya bahwa perputaran persediaan tidak boleh terlalu lama atau terlalu kecil. Adanya investasi yang terlalu kecil dalam inventory akan mempunyai efek yang menekan keuntungan juga, karena kekurangan material, perusahaan tidak dapat bekerja dengan luas produksi yang optimal. Oleh karena perusahaan tidak bekerja dengan full-capacity, berarti bahwa capital asset dan direct labor tidak dapat didayagunakan dengan sepenuhnya, sehingga akan mempertinggi biaya rata-rata yang pada akhirnya akan menekan keuntungan yang diperoleh. Sehingga besar kecilnya nilai Inventory Turnover tidak konsisten berpengaruh pada pertumbuhan modal sendiri.
5.      Pengaruh Devidend Payout Ratio Terhadap Pertumbuhan Modal Sendiri
Dividend payout ratio adalah perbandingan antara dividend per share dengan earning per share pada akhir tahun. DPR tidak terlalu signifikan mempengaruhi pertumbuhan modal sendiri bisa disebabkan pihak menejemen kurang besikap tegas dalam menentukan kebijakan devidennya. Dividen yang dibayar penuh menimbulkan kekhawatiran perusahaan kekurangan modal untuk melakukan ekspansi, sementara dividen yang dibayar rendah menimbulkan kekhawatiran investor menjadi kurang percaya akibat kurang diperhatikannya tingkat kemakmuran investor. Perusahaan yang membagikan deviden 100% atau artinya membagikan dividen melebihi nilai laba bersih yang diperoleh justru akan mengurangi nilai modal sendiri. Hal inilah yang menyebabkan DPR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pertumbuhan modal sendiri.

Referensi :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar